
lihatlah sayang
aku naik ke langit,
dimana bintang tersemat
lalu kupetik mereka satu persatu,
tuk lunturkan ketidakpercayaanmu padaku
itu yang kau mau bukan?
demimu kujatuhkan mereka
meski tangan melepuh, kaki gemetar
kurambati tiap tangga itu, tak gentar!
sekarang, masihkah meragu??
iLan, 05.08.09
..

kupandang bintang
yang menyapaku
pada kerlipnya bercengkrama
tentang bulan enggan bersua
lalu kusapa bulan
tersembunyi dibalik mega hitam
"ada apa gerangan? kau sembunyikan temaram"
bulan bisu, enggan berhadapan
dingin angin malam, menyibak
jauhkan mega, nampak wajah bulan
- aku tak pantas untuk bintang
- dimana sinarku tak seterang surya
aku dan bintang saling tatap
menyungging senyum penuh cinta
aku, bintang pada bulan berkata :
"temarammu adalah keindahan malam"
iLan, 06.08.09
..
ini wujud, berbekal degup
ini aku;
sebatas raga
menata laku
dalam dunia
ini aku;
mematri diri
pada kitabMu
menggurat arti
ini aku;
pada masa ditetapkan
menjawab apa yang terlaku
pada padang akhir zaman
iLan, 22.07.09
..
lembayung senja;
menebar merah jingga
di bukit-bukit asa pencinta
meredup ditelan malam
tebar bidadari
pada bentangan tirai hitam
sesosok bayang terpatri
mimpi-mimpi membuai
Oh, malam bertabur bintang
menghias jagad semesta rasa
cumbu kalam melilit jiwa
rincik air mengambang
Oh, kekasih di jiwa
candumu membekap daku
merinai rindu
bergelayut manja di hampa kelabu
iLan, 22.07.09
..

tak beranjak
disisi tirai yang tersibak
hingga malam tiba
berdiri mematung penuh asa
lalui waktu
tak berniat
memindahkan indraku
pada arah selain langit
bintang jatuh yang kutunggu
dimana merunduk kutiup doa
dengan mengatupkan mata
padaNya kupinta engkau
iLan, 030709
..

sayang...tidakkah kau lihat
diantara gerimis terselimut kabut
pada rinainya kusematkan cinta
berharap kaupun berbalik tuk merasa
pun begitu seterusnya, esok dan lusa
pada dingin malam mulai berpadu
masih akan tetap kusematkan cinta
pada mentari pagi yang menghangatkanmu
Akasia yang jadi persembunyianku
pun bersama rumput yang rela kuinjak
saat tegap dan gagahnya kau melewatiku
menatap punggungmu hingga tak berjejak
aku mencintaimu dan hanya aku,
Tuhan, Akasia dan rumput yang tau
juga empat musim yang terus berlalu
iLan, awal juli 2009
..

Jangan Lari....
sekelebat bayang tinggal
pada tidur, ku tercekal
bocah mungil kuyup mengigil
mematung dengan baju kumal
"kak... aku kedinginan
perutku lapar belum makan
ayah ibuku pasti kebingungan
antar aku temukan jalan"
ku tersentak
keringat dingin, gigi gemeretak
degup jantung sirnakan kantuk
itu bocah yang tadi kutabrak
...................
iLan, 280609
..

dikepalaku
terancang indah bahtera
yang kan kujalani bersama Nahkoda
yang berjanji atas nama-Mu
bentangan baru samudra kehidupan
pada riakriak gelombang
penguji ketangguhan kapal melarung
bersamanya kujaga kesetiaan
...................................................................
ah..... laguku pada lamunan
akan nahkoda yang kutunggu
pada dermaga bisu
yang masih sekedar ingatan
iLan, 280609
jauh pada jangkauan, tak bisa kau ku genggam
^_^
kusisakan lembaran cinta untukmu
sengaja, agar kau bisa kutuju
saat merah menghentikanmu
lalu kau sibak dinding kaca, untukku
semerdanta menjajar, rapih
pada lekuk bibir menyungging
hentikan waktu pada detak jantung
pesona jejakamu, menyentuh
sengat sang Surya
justru terasa sejuk menembus kalbu
seketika dada bergetar, malu, tersipu
adakah cinta tak hanya sebatas asa ?
iLan, 230609
Nb :
Semerdanta = gigi putih
NIRMALA
kemalanganmu nirmala.
terbungkus kain di kardus mie instant.
sendiri, bersama...
sampah berbau menyengat.
siapa yang tega padamu.
Dia memberi anugerah pada jiwa
yang mengeluarkanmu.
namun apa?
nirmala, diantara bengisnya hidup.
diantara hati, tanpa nurani.
iLan, 230609
Nb :
nirmala = tidak bernoda, suci, tanpa cacat (nirmala kuambil pengganti kata bayi)







